Sore hari menjelang berbuka puasa saya dan adik pergi mencari tas di pertokoan Taman Puring yang berada di antara Taman Puring dan Kantor Polres Mayestik. Sampai disana tak disangka keramaian perayaan kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ternyata berlari ke tempat ini dimana terlihat semakin banyak pengunjung yang berseliweran dihari itu dibandingkan hari biasanya. Tempat parkirpun menjadi tempat yang langka yang menjadi buruan motor-motor lain yang baru berdatangan pula. Tidak lama kami sampai terlihat ada secercah harapan satu motor yang ingin keluar dan kami langsung mengambil ancang-ancang untuk mengisi tempat yang baru saja kosong itu yang berada di depan counter pulsa persis di samping kantor Polisi. Motor MI* Soul kami pun segera mengisi tempat kosong itu dengan jurus pindah tanpa bayangan kemudian petugas parkir datang memasangkan nomor pada spion motor kami lalu kami diberikan kartu parkirnya tapi kami tidak diberikan ucapan selamat anda telah berhasil dapat tempat parkir. Tidak lupa helm kami kunci di jok motor takut pas pulang helmnya udah pindah di atas motor orang lain atau emang udah pindah ke kepala orang lain.
Mulai misi pencarian tas yang adik saya inginkan, tas ransel kecil dan simple. Setelah semua toko diobok-obok adik namun tas yang diinginkannya belum juga kunjung muncul, kebanyakan model tas yang ada model slempang yang kalau keberatan pemakaiannya badan bisa miring sebelah kaya abis masuk rumah miring seperti kata penelitian berikut: "Tas selempang berat yang digunakannya sehari-hari bisa menyebabkan nyeri punggung dan bahu akibat stres yang berkepanjangan," ujar Tim Hutchful dari British Chiropractic Association, dikutip dari Telegraph, Rabu (16/2/2011). Tidak lama adik mengubah niatnya membeli tas ransel dan beralih ke tas slempang setelah melihat model tas slempang yang dia suka. Tas slempang bergaya sport akhirnya dibeli kemudian giliran saya melihat barang-barang yang menarik, selagi asik hunting barang bagus tiba-tiba adik bertanya kepada saya "kunci motornya di kaka kan?", seingat saya tadi saya yang menerima kartu parkir dan adik yang mengunci helm. Saya pikir dia bercanda jadi saya tidak tanggepin tapi pas melihat tampangnya yang udah panik baru tuh saya percaya,
.
Perburuan barang bagus akhirnya dibatalkan dan kami langsung beranjak menuju parkiran dan berharap kunci motornya masih ada disana atau setidaknya diamankan oleh petugas parkir yang setia menjaga kendaraan yang berada disana. Tiba ditempat parkir kami tidak melihat motor cembung kami pada tempatnya, adik bertambah panik tapi entah kenapa saya tidak merasakan itu dan rasanya seperti sudah biasa,
Saya (S): "ya pak kunci motor saya ilang"
PP: "oh kirain mau keluar, maksudnya kalau mau ketoko motornya jangan dikunci"
S:
lalu adik saya memanggil saya dan menunjukkan si cembung masih ada cuman dipindah tempat tapi permasalahan belum selesai karena kuncinya tidak ada di motor, saya bertanya lagi ke petugas parkir.
S: "pak lihat kunci motor mio yang itu" sambil menunjuk motor mio adik saya.
PP: "oh y ada coba liat STNK sama kartu parkir nya"
S: saya kasih keduanya
PP: "oh yaudah jadi nya goceng (Rp.5000) klo g ada STNK kena Rp.70rb" lalu pergi mengambil kunci yang ada di plastik yang ditaruh di depan counter pulsa.
PP: "yang Jupiter bukan? adanya yang jupiter sama supra nih"
S: "bukan pak, yang mio"
PP: mencari lagi, kemudian bertanya sama teman petugas parkir yang lain "kunci mio sama lu ga?"
Petugas parkir ke 2 (PP2): "bukan, di gw kunci beat"
PP: sudah terlihat panik karena kuncinya belum ketemu
tiba-tiba datang petugas parkir lainnya
PP3: "nih kunci mio nya"
PP: "wah gile lu gw dah panik nyariin kuncinya, gw pikir ilang beneran"
S: "alhamdulillah ketemu juga" tapi klo dipikir-pikir lucu juga ternyata yang kunci motornya ketinggalan di motor tidak cuman saya tapi ada banyak.
tak lupa untuk memfollow:
dan posting ane:




